Suatu hari si Ali yang keturunan arab jatuh cinta ma nyi onah yang mojang bandung. diajaklah nyi onah kawin, nyi onah yang udah gatel mau nerima si Ali, tapi nyi onah kasih syarat. nyi onah mau "sokbreker" si Ali di buat standard dulu. soalnya nyi onah denger gosip klo "sokbreker" si Ali gedong banget dia jadi ngeri.
karena dah terlanjur cinta si Ali akhirnya usaha cari dukun di kampung sebelah, bertemulah dia dengan si dukun
Ali : Mbah saya mau standarin sokbreker saya jadi ukuran normal indonesia tolong dong
Mbah : wah klo kecilin saya g bisa, gedein bisa
Ali : wah jadi saya harus kemana dong mbah?
mbah : kamu ke hutan di belakang cari pohon rindang di situ ada kodok ajaib, terus kamu ajak dia kawin, sekali dia bilak gak mau sokbreker kamu akan mengecil 5 cm
Ali : Makasih ya mbah........
Akhirnya si Ali temuin kodok ajaib itu
Ali : Kodok ajaib kita kawin yuk?
Kodok : gak mau gila apa lo mau kawin ama gw !!!!!
Ali langsung melihat sokbrekernya ajaib menyusut 5 cm, tapi dia merasa masih blum standar indonesia
Ali : Kodok ajaib kita kawin yuk?
Kodok : ih beneran gila kali ni orang ya gak mau!!!!!!
Ali langsung liat lagi sokbrekernya dan sekali lagi menyusut 5 cm, tapi tetep blum standar indonesia 15 cm wah kayaknya sekali lagi cukup nih
Ali : kodok ajaib kita kawin yuk?
Kodok : dengan marahnya " dasar sarap ni orang gw dah bilang daru tadi sekali gak mau ya gak mau, gak mau denger gak sih lo gak mau, gak mau, ga mau, gak mau, gak mau, gak mau, gak mau, gak mauuuuuuuuuu.........
si ali pengsan deh...........
Tampilkan postingan dengan label Funny Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Funny Stories. Tampilkan semua postingan
Jumat, Mei 15, 2009
Kalau nggak bengkak seberapa, ya?
Seorang laki-laki berbadan besar kekar datang ke ruang praktek dokter spesialis kelamin. Dia memakai sarung dan berjalan pelan-pelan dengan kaki direnggangkan seperti anak yang baru sunat.
"Ada yang bisa saya bantu?", tanya dokter
"Sebelumnya saya minta Anda jangan ketawa, ya Dok?" lelaki itu berkata dengan malu-malu.
"Nggak, nggak!" jawab dokter dengan tersenyum arif. Sebagai seorang dokter kelamin dia sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini.
Lelaki itu membuka sarungnya, memperlihatkan penisnya kepada dokter. Penisnya sangat kecil sekali, sekecil pensil dan berwarna agak kemerah-merahan.
Dokter tersenyum, menahan ketawanya, "Terus apa masalahnya?"
"Saya tidak tahu kenapa begini, Dok! Sudah tiga hari ini anu saya bengkak seperti ini."
Sambil menahan ketawanya dengan sekuat tenaga, dokter keluar dari ruang prakteknya melalui pintu samping yang tembus ke dapur di rumahnya.
Disana dia tertawa terbahak-bahak sepuasnya, "Bengkak saja segitu, kalau nggak bengkak seberapa?"
"Ada yang bisa saya bantu?", tanya dokter
"Sebelumnya saya minta Anda jangan ketawa, ya Dok?" lelaki itu berkata dengan malu-malu.
"Nggak, nggak!" jawab dokter dengan tersenyum arif. Sebagai seorang dokter kelamin dia sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini.
Lelaki itu membuka sarungnya, memperlihatkan penisnya kepada dokter. Penisnya sangat kecil sekali, sekecil pensil dan berwarna agak kemerah-merahan.
Dokter tersenyum, menahan ketawanya, "Terus apa masalahnya?"
"Saya tidak tahu kenapa begini, Dok! Sudah tiga hari ini anu saya bengkak seperti ini."
Sambil menahan ketawanya dengan sekuat tenaga, dokter keluar dari ruang prakteknya melalui pintu samping yang tembus ke dapur di rumahnya.
Disana dia tertawa terbahak-bahak sepuasnya, "Bengkak saja segitu, kalau nggak bengkak seberapa?"
Selasa, Mei 12, 2009
Donor Darah Cowok Pelit
Suatu ketika ada sepasang kekasih yang putus cinta. Meski sedih, sang cewek merelakannya, karena dia sudah tidak kuat atas kelakuan pacarnya, yang super pelit.
Hari itu, sehari setelah mereka bubaran, sang cowok pelit tersebut datang ke rumah sang cewek.
Dia meminta semua barang yang pernah diberikannya pada mantan pacarnya tersebut.
Daster polkadot, rak buku, iPod 1GB, sepatu, majalah² Cosmo, novel Twilight, DVD 'The Shawshank Redemption' bajakan seharga 6ribu, hingga sandal jepit yang udah rusak sol²annya.
Setelah 'membongkar' kamar dan mengambil semua barang pemberian tersebut, sang cewek yang mulai eneg melihat muka cowoknya bertanya kalau ada barang yang ingin dia ambil lagi.
Sang cowok berpikir sebentar, lalu dia teringat bahwa dia pernah mendonor darahnya buat sang cewek dan dia meminta darahnya kembali.
Kali ini cewek tersebut kelihatan kaget dan tak bisa berkata apa²pun.
Namun beberapa saat kemudian dia tersadar, dan mencari sesuatu dari tempat sampah yang ada di kamarnya.
Dia lalu menghampiri cowok itu.
"Nih, gw cicil tiap bulan!", katanya sambil melempar softex bekas ke muka cowok tersebut!
Hari itu, sehari setelah mereka bubaran, sang cowok pelit tersebut datang ke rumah sang cewek.
Dia meminta semua barang yang pernah diberikannya pada mantan pacarnya tersebut.
Daster polkadot, rak buku, iPod 1GB, sepatu, majalah² Cosmo, novel Twilight, DVD 'The Shawshank Redemption' bajakan seharga 6ribu, hingga sandal jepit yang udah rusak sol²annya.
Setelah 'membongkar' kamar dan mengambil semua barang pemberian tersebut, sang cewek yang mulai eneg melihat muka cowoknya bertanya kalau ada barang yang ingin dia ambil lagi.
Sang cowok berpikir sebentar, lalu dia teringat bahwa dia pernah mendonor darahnya buat sang cewek dan dia meminta darahnya kembali.
Kali ini cewek tersebut kelihatan kaget dan tak bisa berkata apa²pun.
Namun beberapa saat kemudian dia tersadar, dan mencari sesuatu dari tempat sampah yang ada di kamarnya.
Dia lalu menghampiri cowok itu.
"Nih, gw cicil tiap bulan!", katanya sambil melempar softex bekas ke muka cowok tersebut!
Janda Ambeien
Seorang janda muda, cantik dan bahenol datang ke ruang praktek seorang dokter yang juga masih muda.
"Saya ambeien, Dok."
"Baik. Silakan naik ke dipan dan tengkurap, Nyonya. Nanti saya periksanya."
Setelah beberapa saat dokter memeriksa, si janda berkata,"Sshh...., Dok. Itu bukan dubur."
"Sshh.... Tenang Nyonya! Ini juga bukan jari-jari."
"Saya ambeien, Dok."
"Baik. Silakan naik ke dipan dan tengkurap, Nyonya. Nanti saya periksanya."
Setelah beberapa saat dokter memeriksa, si janda berkata,"Sshh...., Dok. Itu bukan dubur."
"Sshh.... Tenang Nyonya! Ini juga bukan jari-jari."
Langganan:
Postingan (Atom)
Stop The War!
